Get Adobe Flash player

Selama 2011, kredit investasi di Jawa Tengah tumbuh 51,84% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya kredit investasi menunjukkan adanya lonjakan pada penanaman modal di provinsi ini, yang diharapkan memiliki multi player efek bagi sektor riil.

Pemimpin Bank Indonesia (BI) Semarang Joni Swastanto mengatakan, perekonomian daerah yang didorong oleh pertumbuhan investasi akan memiliki fondasi yang lebih kuat bila dibandingkan dengan sektor konsumsi yang menjadi pendorong. "Tercatat kredit investasi yang disalurkan perbankan di Jateng selama 2011 mencapai Rp 13,54 triliun, naik dari posisi pada 2010 yang hanya Rp 8,92 triliun," katanya.

Menurut Joni, penyaluran kredit perbankan di Jateng sepanjang 2011 tumbuh 21,86% atau mencapai Rp 131,41 triliun, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mampu menyalurkan Rp 107,84 triliun. Pertumbuhan kredit terkait dengan sektor utama PDRB Jateng, khususnya sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan yang masing-masing tumbuh 24,9% (yoy) dan 19,77% (yoy).

"Pertumbuhan kredit banyak didorong dari peningkatan kredit investasi, sedang penyaluran kredit konsumsi tercatat tumbuh 17,5% dari Rp 38,88 triliun pada 2010 menjadi Rp 45,68 triliun pada 2011, dan kredit modal kerja tumbuh 20,23% menjadi Rp 72,18 triliun," katanya.

Jika didasarkan pada sektor ekonomi, penyaluran kredit perbankan sepanjang tahun lalu masih didominasi oleh subsektor perdagangan besar dan eceran yang berkontribusi sebesar 27% terhadap total kredit. Penyaluran dana pada  subsektor itu mencapai Rp 35,88 triliun, naik 19,77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 29,96 triliun.

 
Search
User Login