Get Adobe Flash player

Pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah sepanjang 2011 mampu menembus level 6,01 persen. Kinerja perekonomian Jateng yang tumbuh pesat ini sesuai perkiraan banyak kalangan, dimana pertumbuhan pada 2010 sebesar 5,8 persen, 2009 (5,1 persen), dan 2008 (4,7 persen).

Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Jateng Lukito Praptoprijoko mengatakan, selama 2011 semua sektor mengalami pertumbuhan positif dengan pertumbuhan tertinggi dari sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 8,6 persen.

Disusul oleh sektor jasa-jasa sebesar 7,5 persen, industri pengolahan 6,7 persen, keuangan, real estate dan jasa perusahaan 6,6 persen, konstruksi 6,3 persen, pertambangan dan pengalian 4,9 persen, listrik, dan gas dan air bersih 4,3 persen. "Sektor pertanian tumbuh paling rendah dengan 1,3 persen," katanya, Senin (6/2).

Dibandingkan 2010, pada 2011 terjadi perubahan peranan beberapa sektor ekonomi seperti sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang menjadi penyumbang terbesar setelah industri pengolahan sebesar 1,6 persen. Penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di wilayah ini masih didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 2,2 persen.

"Pertumbuhan hotel yang semakin pesat baik di Semarang dan kota-kota lainnya, membuat sektor ini menggeser sektor pertanian yang tahun-tahun sebelumnya selalu menjadi sektor penyumbang terbesar kedua," tutur Lukito.

Menurut dia, andil masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi selama 2011 patut dicermati pula. Secara umum sektor yang sumbangannya besar terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB), juga memberi andil relatif besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jateng.

Industri pengolahan adalah salah satu contohnya. Sementara untuk sektor pengangkutan dan komunikasi, meski pertumbuhannya paling besar, namun kontribusinya hanya 0,4 persen terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi ini. "Ini karena kontribusi nilai tambah bruto sektor pengangkutan dan komunikasi terhadap PDRB relatif kecil hanya Rp 10,645 miliar," katanya.

Sementara itu dari segi penggunaan, semua komponen PDRB penggunaan selama 2011 tumbuh positif. Komponen yang tumbuh paling tinggi adalah impor sebesar 10,7 persen, diikuti konsumsi pemerintah 7,7 persen. Pertumbuhan terendah ada di konsumsi lembaga non profit sebesar 2,9 persen.