Januari, Jateng Diprediksi Inflasi
Jawa Tengah diprediksi akan mengalami inflasi pada kuartal pertama 2012. Prediksi ini berlawanan dengan siklus deflasi yang biasa terjadi di awal tahun.
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Semarang Budi Trisnanto mengatakan, inflasi disebabkan karena hasil panen padi di awal 2012 diprediksi akan anjlok seiring banjir yang merendam ribuan hektare sawah di beberapa sentra produksi padi di Jateng seperti Pati, Demak, Surakarta, dan Cilacap, sehingga membuat tanaman padi puso."Inflasi pada kuartal pertama 2012 diprediksi tetap lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya. Kami memprediksi laju inflasi kuartal pertama 2012 hanya 1,25% ± 1," katanya.
Menurut Budi, potensi deflasi sangat rendah karena faktor risiko yakni banjir yang membuat kenaikan harga beras masih tinggi. Pada 2011, deflasi terjadi berturut-turut pada Februari, Maret, April, yakni sebesar 0,21%; 0,25%; dan 0,46%.
"Sesuai pola musiman yang terjadi selama ini, pada awal tahun biasanya terjadi deflasi karena stok melimpah di panen raya setelah musim tanam pertama harga beras menurun," terangnya.
Prediksi Bank Indonesia, sampai akhir Januari 2012 harga beras masih tinggi. Seperti bulan sebelumnya, harga beras hingga pekan ketiga Januari masih tinggi di pasaran bahkan mengalami kenaikan Rp 500-Rp 1.000 per kilogram. Di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang, masih terjadi kkecenderungan kenaikan harga beras karena belum banyak panen.




