2012, Jateng Masih Terima Impor Gula 60.000 Ton
Tahun 2012, Jawa Tengah (Jateng) diprediksi masih akan menerima gula kristal putih impor sebanyak 60.000 ton. Sebab, produksi gula kristal putih di wilayah ini diprediksi hanya mencapai 300.000-330.000 ton dari 70.000 hektare luas areal tebu.
Kepala Dinas Perkebunan Jateng, Tegoeh Wynarno Haroeno mengatakan, realisasi produksi gula kristal putih tahun ini sangat tergantung kondisi cuaca pada April nanti. Bila hujan terus menerus, rendemen tebu diperkirakan hanya sekitar tujuh persen saja, dan realisasi gula tak dapat mencapai target.
"Sebenarnya untuk mencapai swasembada gula, Jateng hanya butuh 67.000 hektare areal tebu dengan asumsi rendemen delapan persen. Namun karena anomali cuaca sering terjadi, masa giling yang mulai pada Mei hanya akan menghasilkan gula sedikit," katanya, Rabu (24/2).
Menurutnya, tahun lalu realisasi produksi gula jauh dari target karena anomali cuaca. Tahun lalu produksi gula di Jateng hanya mencapai 244.000 ton dari target 290.000 ton. Sementara luas areal tebu meningkat dari 59.000 hektare pada 2010 menjadi 64.000 hektare di 2011. "Anomali cuaca mengakibatkan terjadinya penggabusan. Kadar nira dalam tebu turun," ujarnya.




