Get Adobe Flash player

Arsip Download
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1008
mod_vvisit_counterYesterday1565
mod_vvisit_counterThis week10473
mod_vvisit_counterLast week16868
mod_vvisit_counterThis month39549
mod_vvisit_counterLast month87733
mod_vvisit_counterAll days599438

We have: 12 guests online
Your IP: 38.107.179.242
Today: May 19, 2012
Artikel
Written on 30 November 1999, 00.00 by Admin Kadin Jateng
ini-tantangan-industri-keuangan-syariahBank Indonesia (BEI) menyebutkan, salah satu tantangan industri syariah adalah produk syariah yang masih minim sekitar 16-18 produk. Jumlah produk...

Kementerian Ekonomi dan Pembangunan Timor Leste terus berupaya meningkatkan pengembangan ekonomi lokal di wilayahnya melalui kunjungan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah.

Negara tersebut menimba ilmu bagaimana peran serta Kadin dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal.

Director the National Directorate of Rurall Economix Development (NDRED) Timor Leste, Hermes Da Rosa Correia Barros mengatakan, saat ini negaranya sedang mencari banyak pengalaman di bidang pengembangan ekonomi lokal untuk semua sektor. Timor Leste yang tergolong masih muda dengan usia sembilan tahun, masih harus mengembangkan lagi sektor kerajinan yang dianggap cukup berpotensi.

Saat ini pihaknya memiliki 27 sentra kerajinan yang dikelola masyarakat di antaranya kerajinan parfum cendana, tenun Tais yang merupakan kain tenun tradisional Timor Leste dan handicraft dari bambu. Selama ini kerajinan dari Timor Leste telah dipasarkan ke sejumlah negara di antaranya China dan Australia. Selain kerajinan, perekonomian Timor Leste juga ditopang dari hasil alamnya yakni kayu cendana, marmer, dan minyak bumi.

”Kami ingin mengembangkan lagi kerajinan-kerajinan di kabupaten yang belum dikelola. Kendalanya, kami belum memiliki sumber daya manusia yang memadai,” ujarnya saat berkunjung ke kantor Kadin Jateng di gedung JDC Jl Imam Bonjol, kemarin.

Selain dari Direktorat Nasional untuk Pembangunan Ekonomi Pedesaan, delegasi yang dipimpin Hermes juga membawa Presiden Kamar Dagang dan Industri Timor Leste dari Distrik Bobonardo, Lautem, dan Anairo, dan perwakilan ILO.

Pengusaha Kecil

Saat ini, lanjutnya, Kadin Timor Leste belum memiliki modal yang kuat untuk membantu pengusaha-pengusaha kecil. Sebab pengusaha besar yang bergabung di Kadin hanya mengandalkan tender dari pemerintah. Keuntungan dari tender tersebut digunakan untuk membiayai pengusaha kecil. ”Nanti kami akan bentuk forum ekonomi lokal untuk semua distrik agar bisa mulai mengembangkan ekonomi lokal di wilayahnya masing-masing. Kami juga akan mengimplementasikan ilmu yang telah kami dapat setelah mengunjungi beberapa kluster di Yogyakarta, Solo, Salatiga, dan Semarang,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit SW sangat mengapresiasi kunjungan delegasi Timor Leste. Pihaknya akan menindaklanjuti kunjungan tersebut melalui Trade, Training, and Information Centre (TTIC) Kadin Jateng.

Menurut dia, meski Kadin Timor Leste baru berumur setahun, sebaiknya tidak perlu bingung bagaimana memosisikan diri di mata pemerintah. Sebab yang terpenting adalah apa yang dilakukan dapat membawa manfaat bagi dunia usaha. ”Jangankan yang baru berumur setahun, Kadin Jateng yang sudah puluhan tahun saja kadang masih bingung bagaimana mengambil posisi tawar pada pemerintah. Tapi kami tidak ambil pusing. Justru dalam setiap kebijakan daerah kami ikut aktif dalam forum dengan menyampaikan apa yang dibutuhkan oleh pengusaha,” paparnya.

 

Last Updated (Friday, 10 February 2012 08:20)

 
Search
User Login